CERITA MUDIK - DAY 18 - BY. GADIS HAYU

By Gadis Hayu - Mei 23, 2019

Cerita Mudik

Assalamualikum, halo hai.

Kembali lagi bersama celotehanku lagi. Kali #30harikebaikanBPN akan mengambil tema Cerita Mudik.

Kalau sekarang ditanya kamu mudik kemana? Jawabku hanya senyum haha. Kenapa? Ya karena aku sekarang gak kemana – mana kalau mudik. Aku Surabaya suami Gresik, seprovinsi cuy. 

Tapi ada yang bilang ya itu tetap mudik donk. Walau Cuma beda beda kota saja. Aku sih ya sama saja, walau gak lebaran juga main ke rumah mertua.

Kalau dulu belum nikah ya memang aku mudik ke desa nenek dari papa aku, yaitu ke Jombang. Tapi karena sekarang beliau sudah tidak ada, jadi ya sekarang tunggu lebaran selesai baru nyekar ke makam leluhur – leluhur. Biasanya aku ke Kediri lebih tepatnya Papar dan Jombang.

Kalau mudik gini aku selalu sempetin mampir maem nasi krawu ciri khas dari Gresik, yaitu nasi krawu “Buk Tiban” yang terkenal di jalan terate. Selalu rame dan susah parkir kalau bawa mobil.

Dan kalau aku mudik dulu belum punya anak ya hanya naik sepeda motor aja, sekarang naik ojek online. Haha. Terima kasih pak ojek, tanpa kalian kami tidak bisa kemana – mana dengan harga terjangkau. Haha.

Oke, kembali ke cerita mudik ya. Sepertinya untuk tema ini belum ada yang special sih ya. Karena di gresik tempat tinggal suami aku tak ada sawah ataupun gunung. Kayak di desa – desa gitu. Yang dilihat ya bangunan rumah, gudang, lewati tambak. Sudah gitu aja.

Apa sih arti mudik buat kalian? Kalau buat aku mudik adalah pulang ke tempat lain yang beda kota saat lebaran. Karena mudik selalu identik dengan lebaran.

Kenapa identik dengan lebaran ya? Aku juga tak tahu pastinya kenapa.

Dan kalian pada mudik kemana nih? Pada punya desa ya? Bisa lihat sawah dan gunung ya?

Yang terpenting tetap jaga tali silaturahmi ya gess.

Oke, sekian dulu celotehanku kali ini. Semoga bermanfaat dan selamat menjalankan ibadah puasa.

See you on the next blog.

Salam,
Gadis Hayu

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar